|
Selamat Kepada Bapak Dr. Fasli Jalal, Ph.D |
|
Written by ADMIN
|
|
Saturday, 25 April 2009 |
|
KELUARGA BESAR FORAHMI Selamat kepada Bapak Dr. Fasli Jalal, Ph.D (Dirjen Dikti Depdiknas) atas pengukuhan beliau sebagai GURU BESAR UNIVERSITAS ANDALAS PADANG (Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D) yang diselenggarakan pada hari in Pada tanggal 25 April 2009. di Kampus Universitas Andalas - Limau Manih Madang Pada tanggal 25 April 2009. |
|
Last Updated ( Saturday, 25 April 2009 )
|
|
|
Written by K. Suheimi
|
|
Friday, 17 April 2009 |
|
PEMIMPIN YG DI CINTAI Bercita-citalah besar, berpikirlah maju, anda tidak diciptakan untuk menjdi orang kalah, tetapi and diciptakan sebagia Wakil Allah di muka bumi untuk memberikan kemajuan dan kesejahteraan. Setiap langkah yang anda buat di muka bumi ini haruslah suatu langkah kemenagnan. Ingat, Allah SWT berada sedekat dengan urat nadi kita, Dia tidak ingin anda jatuh. Dia ingin anda berhasil. Dia mendanmpingi anda, dengan suara hati-Nya. Apabila anda jatuh, sadarlah, berarti masih banyak ilmu Allah yang belum anda ketahui. Pelajari kesalahan tersebut, cari jawaban megnapa jatuh. Ambil jurus kedua dan bangkit lagi. Allah yang Agung menunggu kemenangan anda. Dia begitu mencintai anda. Selama ini banyak sekali kekeliruan pemahaman tentang arti kepemimpinan. Pada umumnya orang melihat pemimpin adalah sebuah kedudukan atau sebuah posisi semata. Akibatnya banyak orang yang mengejar untuk menjadi seorang pemimpin dengan menghalalkan berbagai cara dalam mencpaia tujuan tersebut. Mulai dari membeli kedudukan dengan uang, menjilat atas, menyikut pesaing atau teman, atau cara-cara lain demi mengejar posisi pemimpin. Akibatnya, hal tersebut melahikran pemimpin yang tidak dicintai, tidak disegani, tidak dita’ati, dan bahkan dibenci. Pemimpin ini akan mempergunakan kekuasannya untuk mengarahkan, memperalat, ataupun menguasai orang lain, supaya orang lain mengikutinya. Umumnya jenis pemimpin seperti ini suka menekan. |
|
Read more...
|
|
|
KENAPA Nabi Muhammad sehat? (1) |
|
Written by K. Suheimi
|
|
Tuesday, 14 April 2009 |
|
Oleh : K. Suheimi Shalat subuh setiap Jumat, imam membaca surat Sajadah, dan waktu ayat-ayat sujud dibacakan kamipun sujud pertanda kepatuhan. Dan setiap selesai Shalat subuh hari Jum’at di Masjid An Nur Pekan Baru, saya diminta jamaah memberikan ceramah subuh khusus membahas “Kenapa Nabi Muhammad Sehat” Subuh tadi saya sampaikan begini
Alhamdulillah terima kasih Ya Allah telah kau Hantar kami ke Masjid Annur. Disini kami baca ayat-ayat tanda kebesaran Mu, sehingga tersibaklah Tabir, jelaslah kerajaan langit dan jelaslah kerajaan Bumi. Salah satu yang menyebabkan Nabi Muhammad sehat adalah karena beliau sabar. Sabar pada anak-anak, sabar pada keluarga, sabar pada sahabat dan sabar juga pada musuh-musuhnya.
Yang menonjol dari kepemimpinan Muhammad adalah kesungguhan, kesabaran, kesahajaan, kredibilitas, dan kenegarawanannya dalam membimbing umat. Kesungguhannya dalam memimpin ditandai dengan upaya-upaya sistematisnya untuk meyakinkan masyarakat di sekitarnya tentang ketauhidan nilai-nilai kebenaran. Kesabarannya sangat jelas. Hinaan, nistaan, sampai derita fisik diterima Nabi dengan penuh ketabahan. Kesahajaan ditunjukkan dengan tidak adanya nafsu untuk menumpuk harta, memperkaya diri. Tidak ada harta yang diwariskan kepada anak cucu. Kredibilitas Nabi melekat pada julukan Al-Amin. Kenegarawanan Muhammad tidak dapat disangsikan, bagaimana ketika di Madinah pascahijrah sanga Nabi dapat mengakomodasi semua kelompok, untuk hidup berdampingan secara damai dan saling mendukung. Termasuk di dalamnya kelompok-kelompok non Muslim.
Teladan Nabi sang pemimpin sejati memang terlalu ideal. Tetapi apa salahnya di saat memperingati kelahiran tokoh besar itu nilai-nilai yang dimiliki kita refleksikan pada kondisi riil yang dihadapi bangsa ini. Ini juga penting buat mereka yang berambisi menjadi pemimpin untuk berkaca dan mematut diri, apakah masing-masing laik untuk tampil. Hasrat menggebu saja tidak cukup. Diperlukan kualitas kepemimpinan yang proporsional untuk merespon rumitnya problematika bangsa Bangsa ini adalah bangsa yang kekurangan pemimpin. Semakin parah jika para pemimpinnya tetap senang menyandang berbagai jabatan sekalipun tidak efektif. Mengapa? Karena kekerasan akan menghasilkan kekerasan baru. Ia menciptakan dendam kesumat yang berkepanjangan. Yang diwariskan turun-temurun.
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>
|
| Results 5 - 8 of 18 |